Rabu, 18 November 2009

Bab III

BAB III

PENUTUP

3.1 Simpulan

Segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan manusia dengan segala kesempurnaannya yang dilengkapi dengan akal untuk berpikir, syukur penulis penjatkan kehadirat-Nya yang telah memberikan rahmat kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan lancar meskipun masih banyak kekurangannya dan jauh dari kata sempurna. Shalawat serta salam tak lupa penulis curahkan kepada Nabi Muhammad saw yang telah membawa kita dari zaman Jahilliyah ke zaman yang penuh dengan cahaya dengantata syariat yang indah.

Dengan selesainya makalah ini, meskipun dalam penyajianny jauh dari kesempurnaan, tetapi penulis berusaha untuk menyajikansimpulan atas pembahasan yang telah diuraikan diatas.Adapun yang dapat penulis simpulkan dari pembahasan tersebut adalah

Pada dasarnya, bahasa dibentuk oleh kaidah-kaidah serta aturan dan norma-norma berbahasa yang tidak boleh dilanggar dalam komunikasi, baik itu melalui tulisan atau lisan dan dalam situasi resmi maupun tidak resmi (nonresmi), agar tidak mengganggu pada kegiatan komunikasi tersebut. Karena salah satu faktor terpenting dalam komunikasi adalah bahasa.

Didalam masyarakat bahasa itu digunakan ada yang berbentuk baku dan tidak baku (nonbaku), bahasa baku biasanya digunakan pada forum atau komunikasi resmi, seperti dalam kegiatan surat menyurat, laporan resmi dan karangan ilmiah berupa makalah, skripsi, dan tesis, dan dilakukan pada pembicaraan di depan umum yaitu ketika ceramah atau khotbah dan dengan orang yang dihormati.

Dalam berbahasa yang baku harus memenuhi ciri-ciri diantaranya, yaitu : tidak dipengaruhi bahasa daerah, bahasa asing, bukan merupakan bahasa percakapan, tidak berkontaminasi, dan tidak mengandung arti pleonasme. Karena bahasa baku berfungsi sebagai pemersatu, penanda kepribadian, penambah wibawa, dan kerangka acuan.

Sedangkan untuk bahasa tidak baku (nonbaku), digunakan pada percakapan sehari-hari, tetapi kesalahan tersebut sering juga terjadi pada kegiatan resmi. untuk menghindari kesalahan tersebut, kita diharuskan untuk mengetahui bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa dapat mengacu pada buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia.

3.2 Saran

Saran yang dapat penulis sampaikan kepada para pembaca yaitu jangan berhenti untuk tetap mempelajari dan memahami bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah dan norma-norma bahasa, karena dalammkehidupan masyarakat tidaj terlepas dari kegiatan komunikasi

Meskipun pada dasarnya dalam komunikasi tersebutsetiap orang memiliki khasnya masing-masing sehingga penyampaian bahasanya berbeda-beda, tetapi perbedaan tersebut jangan dijadikan alasan untuk kita terpecah belah sebaliknya harus dijadikan sebagai keanekaragaman.

Untuk memahami hal itu, kita harus mempelajari dan mengetahui bahasa Indonesai yang baik sebagai bahasa persatuan. Sehingga dengan siapapun berkomunikasi tujuan yang kita maksud akan tersampaikan dengan baik terhadap lawan bicara kita, dan ketika kita berada dimanapun akan dapat berkomunikasi dengan baik, meskipun lawan bicara kita berbeda daerah.

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, E. Zaenal. 2000. Cermat Bahasa Indonesia. Jakarta: Akademika Presindo.

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 2001. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Jakarta: Balai Pustaka.

Hoetomo, M.A. 2005. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Mitra Pelajar.

Kushartanti,dkk. 2005. Pesona bahasa, ” Langkah Awal Pemahaman Linguistik”. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Jati Kesuma, Tri Mastoyo. 2007. Pengantar ( metode ) Penelitian Bahasa. Yogyakarta: Carasvatibooks.

Http://organisasi.org/bahasa-baku-penggunaan-pada-tulisan-dan-lisan-masyarakat-bahasa-indonesia.

Http://organisasi.org/definisi-pengertian-bahasa-ragam-dan-fungsi-bahasa-pelasajar-bahasa-indonesia.

Http://usupress.usu.ac.id/files/Bahasa%20Indonesia%20baku-normal_babI_pdf.

Http://community.gonadarma.ac.id/user/blogs/view/name_kampang_galo/id-3516/title-tugas-bahasa-indonesia.

Http://anaksastra.blogspot.com/2009/03/analisis-bahasa-baku-dan-non-baku-dalam-html.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar